Hidup Harus Dimaknai...

"He tookupon himself, literally and historically, the force and weight of the evil systems of the world, that reveal their evil nature by crushing human beings, human freedom,human love. It is not merely a theological or spiritual truth that Jesus bore the sin of the world: on the first Good Friday, it was politically and historically true. That is why it changed the world" Tom Wright

Selasa, 18 September 2007

Catatan Haru Tentang Guru

Hari ini ..adalah genap tahun yang kelima puluhaku mengabdi sebagai guru,walaupun sekarang aku sudah pensiun.lima puluh tahun aku lalui,melewati jalan yang datar dan membosankan.lima puluh tahun yang lalu aku jalani,melewati jalan yang rutin tanpa tantangan.mungkin aku diciptakan dalam garis yang demikian.agar komplit isi jajaran jabatan dalam Republik ini.Ulang tahun ini,pesta emas pengabdian initak dirayakan.Apa yang akan dirayakan?Toh tak ada prestasi yang menonjolyang perlu dipestakan.Pengabdian itu lumrah.Pengorbanan itu biasa.Aku hanya merayakandalam lubuk hatiku yang paling dalam.Air mataku menetesaku telah memenangkan perang,aku telah mengalahkan diriku,dengan setia dan taat tetap pada tempatku,dengan loyal dan keyakinan tetap pada jabatanku,menjadi pendidik di tanah merdeka ini.Berkali-kali Menteri Pendidikan berhentiberkali-kali Menteri Pendidikan diganti,Menteri Pendidikan datang,Menteri Pendidikan pergi.Berganti-ganti,berulang kali,menyusun konsep pendidikan.Mengobrak-abrik lagitanpa henti.Oh, amit-amit jabang bayi..Kapan konsep yang mapan akan terjadi?Sebagai guruaku hanya nurut dan manut,karena disitu aku nunut hidup,salah-salah jabatanku dicabut.Menjadi guruadalah panggilan.Menjadi kayaadalah kenyataan.Hidupku adalah untuk mengabdi dan mengabdikepada anak-anak orangsementara anak sendiri keleleran.Sebagai guru golongan IV,pengalaman 38 tahungajiku hanya Rp 432.000,-Memberi les untuk menambah pendapatan,dilarang oleh Yayasan.Kaya sedikit dikira terima uang sogokan.Pikiran habis untuk mengirit pengeluaran.tak ada sisa untuk memproduksi mata pelajaran.Tapi Gusti yang Maha Wikan,selalu paring kebaikan.Kami tidak pernah kelaparan.ada saja yang memberi sewaktu kekurangan.Aku hanya berpegang”Barang siapa menanamia setidaknya akan memetik”Nasib gurudari duluselalu diperjuangkantapi tak kunjung dimenangkan.Menjadi guruberarti menjadi panutan,menjadi pedoman hidup lingkungan.Nah..., ini beratkarena aku bukan orang yang bersih dan suci.Sebagai manusia aku ingin kenikmatan.Aku ingin korupsi.Aku ingin uang sogokan.Tapi keadaan dan kesempatan tak memungkinkansehingga aku terpaksa menjadi nabiterpaksa menjadi orang suci.Kemelaratan ini musti disyukuri.Menjadi Guruberarti menjadi pendidiktapi bulu romaku malah bergidikkarena yang aku lakukan hanyalah mengajar,memberinya ilmu hafalan, bukan ilmu menganalisa permasalahanbukan ilmu mengatasi problema kehidupan.Aku mengajar banyak teoribukan praktek nyata keadaan.Sebagai pendidikseorang harus menjadi gurusekaligus menjadi seorang bapak.Sebagai guru ia harus memberi bekal ilmu berlogika.Sebagai bapak ia harus memberi bekal moral dan budi pekerti.Sebagai pendidikyang ingin dicatat dalam peta pembangunan negeri ini,maka aku harus bekerja keras.Enam jam sehari berdiri di muka kelas,dengan wajah menyala dan mulut berbusa.Murid-murid kita ajarkan pelajaran yang sulit,karena hidup ini makin lama makin sulit.Murid kita didik dengan keras dan kejam,karena persaingan makin keras dan kejam.Mereka harus jatuh,hanya orang yang pernah jatuh akan teguh berdirinya.Pada malam pesta emas pengabdian ini,dalam sepi yang menggigit,aku termenung,”Duh.. Gusti.. terima kasihatas segala kebaikan yang engkau berikan.Dalam umurkuyang menginjak usia tujuah puluhanaku masih amat sehat.Inilah akibat hidup sederhana yang teratur,walau tak pernah kaya,tapi juga tak pernah stress.””Duh Gusti..aku sangat berbahagia..pengabdianku,pengorbananku,tak sia-sia.Sepeda reyot ini sebagai saksiaku telah membuahkanmurid-muridku menjadi orangAda yang jadi wakil rakyat di EM PE ER,ada yang jadi walikota,ada yang jadi pejabat teras,ada yang jadi Jendral,ada yang jadi Kopral,ada yang jadi dokter di Puskesmas,ada yang jadi pengusaha kelas kakap,ada yang jadi pengusaha kelas mujahir,ada yang jadi seniman kaliber nasionalbahkan internasional.””Duh Gusti...aku juga merasa berduka dan gagal,tatkala aku melihat murid-muridkumenjadi sampah....Menjadi sopir becak di kampung-kampung,kuli-kuli di pelabuhan,dan menjadi penjahat yang mati,dibunuh penembak misterius,.Duka dan suka itulah kehidupan,oh alangkah bahagiannya,seandainya murid-muridkumasih teringatbekas gurunyayang peyot dan menunggu saatnya.””Duh Gusti...pada pesta emas pengabdian iniaku menggigil,mataku berkaca-kaca,lantaran menerima,undangan dari para bekas muridkureuni bersama dan akan memberikan tanda mata.”Barang siapa menanam,ia setidaknya akan memetik.aku memetik kebahagiaan seorang guruyang tak pernah dirasakan orang lain.[Dikutip dari: "Potret Wajah Kita" perihal "Nasib Guru" oleh Aloysius S.Widodo, terbitan 2004].

3 komentar:

lina mengatakan...

saya sangat terharu dengan catatan seorang guru yang dipaparkan disebelah ini.Itulah nasib guru yang harus diperjuangkan... Bang Denny, aku mohon maaf sebelumnya karena sebenarnya aku pengen tau alamat e mail abang, aku pengen share tentang banyak hal termasuk ketidak adilan di dunia pendidikan yang ada di Nias

lina mengatakan...

bang..balas ke emailku ya bang ini alamatnya huluyar@yahoo.com

dsaigo mengatakan...

saya sangat simpatik terhadap anda dan kk,kk semua'a.
perkenalkan nama saya ramadan, saya salah satu siswa di kota jambi,
saya membutuhkan pendapat anda dalam permaslahan di sekolah saya dan juga pemenuhan dalam sbuah penelitian saya guna memenuhi ujian praktik sosiologi.
sekira bpak bersedia memberikan opini. sangat saya dan teman-teman bahagia mengingat anda bagi saya salah satu org yang sangt bernani seperti saya dan teman-teman lakukan.
jika bersedia mmmberikan pendapt silahkan sms sya sja di 081994430038.
terimakasih.